Kamis, 29 Maret 2012

Koran Tapanuli Online

Koran Tapanuli Online

Link to Koran Tapanuli Online

Turis wanita China meninggal, tabrak jembatan di Palipi, Samosir

Posted: 28 Mar 2012 11:09 PM PDT

Palipi, Samosir, Indonesia — Liu Jing, turis wanita negara China, meninggal dunia setelah motornya menabrak dinding jembatan di Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Keluarga korban meminta agar luka-luka pada tubuh korban dibiarkan dan jangan dijahit, debu jasadnya saja dikirimkan ke China.

Paspor turis wanita China

Paspor turis Liu Jing. Foto Polres Samosir

Situs Koran Tapanuli Online mendapat informasi dari Iptu Lalu Mustika di Polres Samosir, 28 Maret 2012. Katanya, menurut keterangan saksi mata di tempat kejadian, Liu Jing bersama tiga orang temannya, juga turis dari China, mengendarai dua sepeda motor untuk menikmati wisata alam Danau Toba di Pulau Samosir, sore hari 27 Maret 2012, tepatnya di Desa Sigaol Simbolon, Kecamatan Palipi. Turis Liu Jing saat itu mengemudikan motor BK 4857 TAG.

Dia memboncengkan temannya, Wang Yufeng. Ketika temannya asyik membidikkan kamera untuk memotret pemandangan, entah karena apa, tiba-tiba motor yang dikemudikan Liu Jing menabrak dinding jembatan di Desa Sigaol Simbolon.

Keduanya terjatuh dari motor. Kepala Liu Jing terbentur ke badan jalan. Dia tewas di tempat kecelakaan sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Pada bagian keningnya terdapat luka sobek. Sedangkan temannya, Wang Yufeng, terluka parah dan dalam kondisi kritis ketika dirawat di Rumah Sakit Umum Hadrianus Sinaga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Situs KoranTapanuli.com tidak memperoleh informasi apakah korban memakai helm saat mengendarai sepeda motor tersebut.

Dari paspor korban yang dilihat Koran Tapanuli Online di Polres Samosir diketahui, turis wanita Liu Jing lahir tanggal 9 Maret 1984, merupakan penduduk Guang Dong, China. Sedangkan Wang Yufeng lahir pada 23 Oktober 1982.

Menurut dua orang turis China lainnya yang ikut bersama korban, mereka berangkat dari Tuktuk Siadong untuk mengelilingi Pulau Samosir dengan sepeda motor. “Sebelum kejadian itu saya sempat mengatakan kepadanya agar berhati-hati selama di jalan,” kata Lin Puifang, salah satu teman Liu Jing.

Turis wanita China, Liu Jing, agar dikremasi di Samosir

Menurut Iptu Lalu Mustika dari Polres Samosir, keluarga korban meminta supaya jasad Liu Jing dikremasi (dibakar sehingga menjadi abu) di Kabupaten Samosir saja, dan selanjutnya abunya dibawa ke China.

Keluarga turis Liu Jing juga tidak mengizinkan luka-luka sobek pada tubuh korban dijahit oleh petugas medis rumah sakit. Mereka meminta agar luka sobek tersebut dibiarkan saja.

Turis wanita China Liu Jing dan tiga temannya langsung menuju Pulau Samosir setelah mendarat di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara. [Koran Tapanuli Online]


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Turis wanita China meninggal, tabrak jembatan di Palipi, Samosir. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli Online di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,


Senin, 26 Maret 2012

Koran Tapanuli

Koran Tapanuli

Link to Koran Tapanuli

Ketua Partai Hanura Samosir Samson Sitinjak dilaporkan ke polisi

Posted: 26 Mar 2012 02:17 AM PDT

Pangururan, Samosir — Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Samosir Samson Sitinjak dilaporkan kepada polisi oleh Sekretaris Partai Hanura Samosir Bendahara Pasaribu. Samson alias Kasong diadukan karena kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam pencairan dana pembinaan partai politik dari Pemerintah Kabupaten Samosir sebesar Rp80 juta lebih untuk dua tahun.

Koran Tapanuli Online | Berita Hayun Gultom

Bendahara Pasaribu dan seorang ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Hanura Jampitua Pandiangan pada Minggu, 25 Maret 2012, datang ke kantor Polres Samosir untuk melengkapi keterangan pengaduan mereka. Bendahara Pasaribu pertama kali datang ke Polres untuk menyampaikan laporan kasus ini pada 20 Maret 2012.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Samosir Bendahara Pasaribu mengadu ke Polres Samosir karena tanda tangannya, menurutnya, telah dipalsukan untuk keperluan pencairan dana pembinaan partai politik dari Pemkab Samosir.

Menurut Bendahara Pasaribu, sudah dua kali Partai Hanura Samosir menerima dana pembinaan partai, yaitu tahun 2010 dan 2011, namun tanpa sepengetahuannya sebagai Sekretaris DPC Hanura. Dia mengadu kepada polisi karena pada berkas pencairan dana tersebut terdapat tanda tangannya sendiri yang menurutnya tidak pernah ia tanda tangani.

Kepada Koran Tapanuli Online, Bendahara Pasaribu mengatakan, secara internal partai ia sudah pernah mempertanyakan masalah tersebut kepada Ketua Partai Hanura Kabupaten Samosir Samson Sitinjak atau yang lebih akrab dipanggil Kasong. Namun Bendahara Pasaribu tidak menjelaskan lebih detail apa tanggapan Samson Sitinjak.

“Sampai sekarang saya selalu berusaha mempertanyakan masalah ini kepada Ketua, tapi nomor handphonenya tidak bisa dihubungi,” kata Bendahara Pasaribu.

Dia mengaku telah juga menyampaikan masalah dugaan pemalsuan tanda tangannya kepada pengurus DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Utara dan DPP Partai Hanura di Jakarta.

Bendahara Pasaribu menjelaskan, dana pembinaan parpol yang diterima sebesar Rp40 juta lebih setiap tahunnya oleh Partai Hanura Samosir. Dalam laporan pertanggungjawaban partai, dana itu juga disalurkan kepada PAC, yang mana dicantumkan nama pengurus PAC sebagai penerima dana.

Padahal, menurut Jampitua Pandiangan sebagai salah satu ketua PAC Partai Hanura di Samosir, ia sendiri tidak mengetahui adanya dana itu. Tapi tanda tangannya sebagai ketua PAC juga tercantum dalam laporan partai.

Bendahara Pasaribu mengatakan, selain dia sebagai sekretaris partai tingkat kabupaten, pengurus dari enam PAC di tingkat kecamatan juga menyampaikan keberatan karena tanda tangan yang dipalsukan.

Tiga orang anggota DPRD Kabupaten Samosir dari Partai Hanura, Tongam Sitinjak (Ketua DPRD) adik kandung isteri Bupati, Artha Sitinjak, Jogar Simbolon (anggota DPRD), adik kandung Bupati Mangindar Simbolon, dan Suhanto Sitanggang (anggota DPRD)

Menurut Sekretaris Partai Hanura Samosir Bendahara Pasaribu, tiga orang anggota DPRD Kabupaten Samosir dari Partai Hanura tidak ikut campur dalam masalah dana pembinaan parpol ini. Ketiganya adalah Tongam Sitinjak (Ketua DPRD Samosir), Jogar Simbolon (anggota DPRD yang juga adik kandung Bupati Mangindar Simbolon), dan Suhanto Sitanggang (anggota DPRD).

Bendahara Pasaribu berkata, dirinya sangat konsisten dengan kasus pemalsuan tanda tangan ini agar sampai ke pengadilan.

Ditanya Koran Tapanuli Online siang ini di kantor DPRD Kabupaten Samosir, Suhanto Sitanggang dan Jogar Simbolon mengaku bahwa mereka baru mendengar kabar mengenai pengaduan Sekretaris DPC Hanura kepada Polres Samosir.

Kata Jogar Simbolon, sebelumnya pernah muncul mosi tidak percaya terhadap Ketua DPC Partai Hanura Samosir.

Ketua Partai Hanura Samson Sitinjak (Kasong) sulit dihubungi

Situs KoranTapanuli.com sejak pagi hari sampai sore ini telah berusaha mencari dan menghubungi Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Samosir Samson Sitinjak alias Kasong untuk mengonfirmasi tuduhan sekretarisnya sendiri, Bendahara Pasaribu, yang telah dilaporkan secara resmi kepada Polres Samosir, tapi tidak berhasil.

Koran Tapanuli Online mengunjungi rumah Samson Sitinjak di Tajur, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir dua kali, pagi dan siang hari. Pagi hari tadi, warga di depan rumahnya mengatakan bahwa Samson baru saja keluar. Sekitar pukul 02:10 siang, begitu wartawan situs ini tiba di pekarangan rumah Kasong, seseorang keluar dari dalam rumah lalu menghampiri Koran Tapanuli Online. Tidak lama kemudian, seorang lainnya muncul, yang mengaku bernama Charli Manalu dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Samosir. Keduanya juga mengatakan bahwa Ketua DPC Partai Hanura Samosir Samson Sitinjak sedang tidak berada di rumah.

“Ada masalah apa? Ada pesan?” kata Wakil Ketua DPC Partai Hanura Samosir itu.

Situs ini kemudian menjelaskan kepentingan untuk wawancara dengan Ketua Partai Hanura berkaitan pengaduan Sekretaris DPC Hanura kepada Polres Samosir. Wakil Ketua DPC Hanura itu mengatakan bahwa dia sendiri baru tahu mengenai laporan Sekretaris tersebut kepada polisi.

KoranTapanuli.com meminta nomor ponsel Samson Sitinjak dari Wakil Ketua DPC Hanura tersebut, tetapi dia tidak memberikannya dengan alasan, “Tidak ada nomor HP Ketua,” katanya. Charli Manalu kemudian meminta nomor ponsel Koran Tapanuli Online. “Nanti saya sampaikan kepada Ketua,” katanya.

Sampai pukul 04:10 sore, 26 Maret 2012, Koran Tapanuli Online menunggu kabar dari Wakil Ketua Partai Hanura Samosir dan juga Ketua DPC Samson Sitinjak, namun tidak ada.

Samson Sitinjak abang Ketua DPRD Samosir dan ipar Bupati Samosir

Selama berbincang dengannya di halaman rumah Kasong, wartawan dan kontributor KoranTapanuli.com sempat melihat seorang lelaki yang kemungkinan adalah Samson Sitinjak alias Kasong sedang duduk di dalam rumah itu. Dia terlihat dari kaca jendela. Namun situs ini tidak bisa memastikan apakah orang tersebut adalah Samson Sitinjak atau bukan.

Ketua DPC Partai Hanura Samosir Samson Sitinjak alias Kasong masih merupakan keluarga dekat pejabat teras di Kabupaten Samosir. Samson Sitinjak adalah abang kandung dari Ketua DPRD Kabupaten Samosir Tongam Sitinjak. Samson juga dikenal sebagai saudara ipar Bupati Samosir Mangindar Simbolon; Samson adalah adik istri Bupati, Artha Sitinjak.


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Ketua Partai Hanura Samosir Samson Sitinjak dilaporkan ke polisi. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli Online di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,


Turis Jerman memarut kelapa di Tuktuk Siadong, Pulau Samosir

Posted: 25 Mar 2012 01:43 AM PDT

Tuktuk Siadong, Pulau Samosir — Saksang, panggang, arsik, dan ayam padar adalah jenis kuliner Batak yang lazim dihidangkan di rumah makan khas Batak di daerah maupun kota-kota. Bagi turis luar negeri yang berkunjung ke Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, makanan khas Batak ini cukup mengundang perhatian, bahkan tidak sedikit mereka yang penasaran bagaimana cara memasaknya.

Koran Tapanuli Online | Berita Hayun Gultom

Turis Tuktuk Siadong Pulau Samosir

Turis di Tuktuk Siadong, Pulau Samosir, memarut kelapa. Foto Hayun Gultom

Setelah menyantap ayam padar di Tuktuk Siadong, seorang turis bule pernah berkata, “Wow … sepertinya ada yang menggigit-gigit lidah.”

“Ya, di sebelah sini, sebelah sini juga,” sahut temannya, sambil menjulurkan lidahnya.

Kedua turis luar negeri itu terlihat oleh Koran Tapanuli suatu ketika di sebuah restoran khas Batak di Tuktuk Siadong. Mereka saling menunjuk dengan jari tangan pada bagian lidah mereka yang terkena rasa bumbu andaliman.

Di Tuktuk, Pulau Samosir, wisata kuliner sudah dimulai sejak puluhan tahun lalu sebagai paket wisata bagi tamu domestik maupun mancanegara, jauh sebelum istilah wisata kuliner menjadi populer di televisi Indonesia beberapa tahun terakhir ini.

Berawal dari keingintahuan para turis yang berkunjung ke Pulau Samosir, Heddy Martha Sidabutar, pengusaha Juwita Cafe di Tuktuk Siadong, memulai paket belajar memasak bagi kalangan turis sejak puluhan tahun silam. Kursus memasak menu-menu khas Batak bimbingan Heddy Sidabutar, selain menyediakan paket belajar masakan khas daerah Batak, juga menyediakan paket untuk berbagai jenis makanan nasional, seperti rendang, gulai, dan lain-lain.

Sebagai instruktur, Heddy Sidabutar tidak hanya mengajarkan bagaimana cara memasak kepada turis. Ia juga memperkenalkan nama-nama bumbu yang digunakan serta mengajarkan cara menggunakan alat-alat tradisional pengolah bumbu, seperti parutan kelapa, gilingan batu, serta alat tumbuk bumbu dari kayu (losung).

Saat Koran Tapanuli berkunjung ke Juwita Cafe suatu hari, sepasang turis asal Jerman sedang belajar memasak rendang. Amanda dan Colen, nama mereka, tengah asyik mempersiapkan bumbu. Dalam sesi pelajaran memarut kelapa dengan parutan tradisional, mereka memarut dua kelapa secara bergantian. Dari semua tahapan memasak rendang, Amanda dan Colen mengaku memarut kelapa adalah bagian yang paling mengasyikkan.

“Punggung dan kaki saya rasanya seperti baru saja melakukan fitnes. Kami sedang menyiapkan bumbu rendang,” katanya.

Juwita Cafe menyediakan penginapan bagi tamu yang hendak belajar memasak. Setiap tamu selalu meninggalkan kesan dan pesan selama belajar memasak sebelum mereka meninggalkan cafe.

Menurut Heddy Martha Sidabutar kepada Koran Tapanuli, peserta kursus kuliner Batak sejak tahun 1980-an sampai sekarang di cafenya sudah tercatat ribuan orang, dan umumnya adalah orang luar negeri.

“Kesan dan pesan mereka masih saya simpan. Mereka ada yang datang dua sampai tiga kali, bahkan lebih. Kadang mereka membawa teman-teman baru yang belum pernah datang ke sini. Pada akhir 80-an, saya masih ingat tempat ini sangat ramai, kadang dalam satu hari ada 4-5 kelompok sedang praktik memasak dengan jenis makanan yang berbeda. Jenis makanan favorit yang paling sering diminta oleh para tamu, selain makanan khas Batak, adalah cara membuat rendang,” kata Heddy Martha Sidabutar.

Dalam buku catatan Juwita Cafe di Tuktuk Siadong, salah satu kesan tamu asal Estonia yang belajar memasak rendang pada tahun 1996 berbunyi: “Dear Heddy, terima kasih telah mengajarkan saya dengan cukup baik tentang masakan Indonesia. Saya tidak akan melupakan semua jenis bumbu dan cara memasak masakan Indonesia, khususnya rendang.”


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Turis Jerman memarut kelapa di Tuktuk Siadong, Pulau Samosir. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli Online di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,


Sabtu, 24 Maret 2012

Koran Tapanuli

Koran Tapanuli

Link to Koran Tapanuli

Mangihut Sinaga melantik Mangihut Sinaga sebagai ketua Toga Sinaga

Posted: 24 Mar 2012 02:18 AM PDT

Pangururan, Samosir — Menurut data Punguan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB), marga Sinaga dan boru adalah marga Batak yang paling banyak jumlahnya di Kabupaten Samosir. Drs. Mangihut Sinaga, MM dilantik hari ini sebagai Ketua PPTSB Kabupaten Samosir periode 2012-2016. Bonardo Sinaga mengatakan, dirinya akan mencalonkan diri pada pemilihan Bupati Samosir periode mendatang.

KoranTapanuli.com | Berita Hayun Gultom

Mangihut Sinaga foto

Ketua PPTSB Samosir Mangihut Sinaga (kiri) dilantik. Foto Hayun Gultom

Yang melantik Mangihut Sinaga adalah orang yang juga memiliki nama yang sama, yaitu Mangihut Sinaga, SH, Ketua Umum Pusat Punguan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna. Mangihut Sinaga, SH sehari-hari bekerja sebagai pejabat publik, yakni Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Sekitar 4.000 orang hadir di pelataran parkir Hotel Dainang, Pangururan, hari ini, 24 Maret 2012, dalam acara pelantikan pengurus Punguan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Kabupaten Samosir serta Pesta Budaya PPTSB. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Samosir dan Provinsi Sumatera Utara yang juga pengurus PPTSB, dan dihibur oleh artis-artis Jakarta seperti Trio Elexis, Trio Andesta, serta pelawak Nai Malvinas.

Setelah acara pelantikan, Drs. Mangihut Sinaga, MM selaku Punguan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Kabupaten Samosir dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan data PPTSB, marga Sinaga dan boru adalah marga yang paling besar di Samosir.

Mangihut Sinaga juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan Pemkab Samosir untuk acara pelantikan pengurus PPTSB Kabupaten Samosir senilai Rp75 juta.

Pemkab Samosir akui marga Sinaga (mungkin) terbesar di Samosir

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Ir. Hatorangan Simarmata yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Samosir membenarkan apa yang dikatakan Mangihut Sinaga tersebut. “Sinaga mungkin marga yang paling besar di Samosir, ada di tiap tempat di Samosir. Mungkin berimbang dengan marga Situmorang dan Simbolon,” kata Hatorangan.

Dia juga mengatakan, PPTSB diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di keluarga besar PPTSB. Selain itu, yang juga tidak kalah penting, PPTSB diharapkan dapat mengubah karakter dan perilaku masyarakat agar tetap berpedoman pada etika adat dan budaya Batak. Menurut Sekda Pemkab Samosir Hatorangan Simarmata, ada pergeseran moral yang terjadi di masyarakat, yang lebih tua tidak dihormati dan lingkungan tidak dicintai.

Sedangkan Ketua Umum Pusat PPTSB Mangihut Sinaga, SH, yang sehari-hari bertugas sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, mengatakan, dia sendiri menjadi pengurus PPTSB “bukan gila hormat, tetapi karena ingin berbuat kepada pomparan Sinaga.”

Tentang PPTSB yang diisukan berpengaruh terhadap politik pemilihan umum mendatang, Bonardo Sinaga selaku Koordinator Bidang Politik organisasi marga ini mengatakan, “Sampai saat ini belum ada arah PPTSB di Samosir pada politik pemilukada mendatang.” Namun Bonardo Sinaga tidak memungkiri akan adanya kemungkinan mengarah ke sana.

Bahkan Bonardo mengakui bahwa dia sendiri bakal ikut mencalonkan diri pada pilkada 2015 mendatang untuk menjadi Bupati Samosir.

Bonardo Sinaga adalah juga Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Ia cukup dikenal oleh warga masyarakat, khususnya kalangan petani dan para pengusaha kecil di Kabupaten Samosir.

Menurut Bonardo Sinaga, dalam acara pelantikan pengurus Punguan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Kabupaten Samosir hari ini terlihat ada niat dari warga yang hadir agar PPTSB tidak seperti organisasi marga Batak yang biasa. Misalnya agar dapat memberdayakan anggotanya pada sektor ekonomi.


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Mangihut Sinaga melantik Mangihut Sinaga sebagai ketua Toga Sinaga. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,


Taman Bumi Danau Toba, warga Samosir: Jangan bohongi orang tua

Posted: 24 Mar 2012 12:37 AM PDT

Sianjurmulamula, Samosir — Ahli geopark PBB datang ke Pulau Samosir sekaitan program Taman Bumi Danau Toba oleh UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa). Bupati Mangindar Simbolon dan ahli geopark melakukan sosialisasi kepada warga Kecamatan Sianjurmulamula. “Kalian jangan membohongi orang tua!” kata tokoh masyarakat.

KoranTapanuli.com | Berita kontributor Manan Simanjorang

Tim ahli geopark UNESCO dipimpin oleh Prof. Dr. Ibrahim Komoo. Program Geopark Toba atau Taman Bumi Danau Toba ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Ahli geopark PBB itu telah mengunjungi dan melakukan survei di beberapa objek wisata geologi bersejarah yang terdapat di Kabupaten Samosir. Antara lain makam Raja Sidabutar, Batu Parsidangan di Siallagan, Tao Sidihoni, dan Bonandolok.

Tim ahli geopark melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Sianjurmulamula pada 23 Maret 2012 di kampung Urat, Desa Sianjurmulamula, yang merupakan salah satu Desa Siaga di Kecamatan Sianjurmulamula.

Prof. Dr. Ibrahim Komoo menyampaikan kepada warga bahwa istilah geopark adalah taman bumi. Lima puluh tahun terakhir ini masyarakat mengatakan bahwa terdapat beratus jenis tumbuh-tumbuhan, dan batu beribu-ribu jenisnya. Ahli geologi mengatakan, batu mempunyai nilai warisan yang tinggi, sama seperti tumbuh-tumbuhan, sehingga perlu dikonservasi. “Kalau kita menghayati sejarah, berarti kita percaya pada warisan,” katanya.

Apakah Gunung Samosir mengapung di atas Danau Toba?

Dalam acara sosialisai Taman Bumi Danau Toba ini juga hadir generasi muda. Misalnya pelajar SMA Negeri 1 Sianjurmulamula, Mercy Limbong, menyampaikan pertanyaan kepada ahli geopark PBB apakah letak Gunung Samosir mengapung di atas Danau Toba. Pertanyaan itu merupakan tugas dari gurunya, dan jawabannya akan dia sampaikan kepada teman-temannya di sekolah.

Salah satu anggota tim ahli, Jonatan Tarigan, menjawab bahwa terjadinya Gunung Samosir adalah disebabkan letusan sampai tiga kali, dan “Gunung Samosir tidak mengapung di atas Danau Toba dan tidak juga berpijak di bumi yang lain.”

Warga Samosir soal Geopark (Taman Bumi) Danau Toba

Dari pengamatan KoranTapanuli.com, banyak warga Kecamatan Sianjurmulamula yang mengikuti acara itu tidak begitu optimis dan tidak serta-merta percaya pada apa yang disampaikan ahli geopark dan Bupati Samosir Mangindar Simbolon.

Budiman Sagala, salah satu tokoh masyarakat, mengatakan dengan nada tegas:

“Apa pun yang kalian sosialisasikan saat ini, kami sudah bosan mendengarkannya. Sudah sering kami mendengarkan sosialisasi-sosialisasi. Yang penting sekarang adalah perbuatan.”

Kata Budiman Sagala, “Kalau untuk menjadikan pariwisata Samosir ini, bangunlah Danau Toba. Sudah seratus tahun yang lalu, walaupun saya sudah berumur 72 tahun, Danau Toba tidak ada perubahan. Kalau ingin pariwisata Samosir maju, hanya tiga yang perlu dibangun, yaitu pertama bangunlah jalan lingkar Danau Toba, kedua ring road Samosir, dan yang ketiga jalan ring road Pusuk Buhit.”

“Kalian jangan membohongi orang tua, karena bisa membawa masalah bagi yang membohongi orang tua. Apalagi membohongi gunung Pusuk Buhit di Sianjurmulamula, karena tidak ada yang tidak bisa diperbuatnya kalau dibohongi.”

Bupati Samosir Mangindar Simbolon yang bertindak sebagai moderator dalam sosialisasi program geopark Taman Bumi Danau Toba mengatakan, masyarakat Kabupaten Samosir harus siap menerima pembangunan dan siap juga memberikan lahan mereka.


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Taman Bumi Danau Toba, warga Samosir: Jangan bohongi orang tua. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,


Jumat, 23 Maret 2012

Koran Tapanuli

Koran Tapanuli

Link to Koran Tapanuli

Effendi Simbolon buka Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia Cup III

Posted: 23 Mar 2012 04:40 AM PDT

Pangururan, Samosir–Anggota DPR Effendi Simbolon sebagai Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) membuka pertandingan sepak bola PSBI Cup III di Pangururan, Kabupaten Samosir, sore tadi, 23 Maret 2012.

KoranTapanuli.com | Berita Hayun Gultom

Effendi Simbolon DPR

Anggota DPR & Ketua PSBI Effendi Simbolon dan istri. Foto Hayun Gultom

Anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan Effendi Muara Sakti Simbolon atau biasa disingkat Effendi M.S. Simbolon adalah salah seorang pejabat nasional yang berasal dari Kabupaten Samosir.

Tidak sedikit warga Samosir pernah mengatakan, jika dari Kabupaten Toba Samosir ada Letnan Jenderal TNI (purn.) T.B. Silalahi, dari Kabupaten Samosir ada Effendi Simbolon.

Effendi hari ini datang ke kampung halamannya, Kabupaten Samosir, selaku Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI), didampingi istrinya Desy Lumbantobing, dalam rangka pembukaan pertandingan sepak bola PSBI Cup III tingkat Kabupaten Samosir di Panguruan.

Sore tadi berlangsung pertandingan sepak bola antara Amsisi FC dari Pangururan melawan Tunas Muda Parona FC dari Onan Baru, juga dari Kecamatan Pangururan, di lapangan bola Pangururan. Pertandingan PSBI Cup III diikuti 16 tim sepak bola yang ada di Kabupaten Samosir.

Effendi Simbolon tiba di Pangururan pukul 15.00 dari Parapat dengan menggunakan speed boat. Effendi menggunakan kemeja putih dan topi hijau. Dia turun dari speed boat di dermaga Danau Toba yang berada di depan rumah dinas Bupati Samosir. Dia dan istrinya disambut tarian serta diberi kalung bunga oleh grup tari SMA Negeri 1 Pangururan dan rombongan PSBI Wilayah Kabupaten Samosir. Selanjutnya dengan mengendarai mobil, Effendi langsung menuju lapangan sepak bola di Pangururan.

Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga selaku boru dalam Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia turut menyambut kedatangan Effendi Simbolon.

Punguan Ina Sumut-Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia

Kedatangan rombongan pengurus pusat PSBI sebanyak 21 orang ke Kabupaten Samosir adalah juga dalam rangka pelantikan Punguan Ina PSBI se-Sumatera Utara. Mereka dilantik oleh istri Effendi Simbolon, Desy Lumbantobing.

Ketua Harian PSBI Ir. Raden Simbolon mengatakan, pertandingan sepak bola adalah salah satu program kepedulian PSBI pada pembinaan olah raga, yang setiap tahun dilakukan di Samosir. “Diharapkan nantinya mereka dapat menjadi atlet hingga tingkat nasional,” katanya.

Raden Simbolon mengatakan, pertandingan sepak bola itu juga dalam rangka praulang-tahun PSBI ke-5 yang jatuh pada 7 Juni 2012 mendatang. PSBI pun akan melakukan rapat kerja gabungan wilayah Samosir.

Ketua panitia Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia Cup III, Dinas Simbolon, yang juga Ketua KONI Kabupaten Samosir, mengatakan, dalam waktu dekat KONI akan membentuk PSSI Kabupaten Samosir. Klub yang bertanding di PSBI Cup III saat ini termasuk klub yang akan dibina oleh KONI Kabupaten Samosir.


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Effendi Simbolon buka Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia Cup III. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,


Kamis, 22 Maret 2012

Koran Tapanuli

Koran Tapanuli

Link to Koran Tapanuli

Tersangka pembunuh Agustina Kristiani Tarigan ditangkap di Pematangsiantar

Posted: 22 Mar 2012 08:42 AM PDT

Pangururan, Samosir — Tersangka pelaku pembunuhan terhadap Agustina Kristiani Tarigan (38) di sebuah diskotek di Kelurahan Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir telah ditangkap tadi sore, 22 Maret 2012, di Kota Pematangsiantar. Tersangka dan korban sama-sama bekerja sebagai pelayan diskotek.

KoranTapanuli.com | Berita Hayun Gultom

Tersangka LW (26), seorang perempuan, ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di Jalan Bali, Gang Rindung, Pematangsiantar, demikian disampaikan BKO Satreskrim Polres Samosir Iptu Lalu Mustika Ali kepada Koran Tapanuli Dotcom malam ini.

Menurutnya, setelah kasus pembunuhan pada 7 Maret 2012 yang menewaskan Agustina Kristiani boru Tarigan di teras Tumba Discotique, Kelurahan Tuktuk Siadong, dua hari kemudian Polres Samosir membuat selebaran berisi foto dan identitas tersangka LW. Dalam selebaran itu tertulis “Bagi yang mengetahui dan melihat keberadaan tersangka agar menghubungi Polres Samosir” serta dilampirkan juga beberapa nomor handphone petugas kepolisian.

Kata Iptu Lalu Mustika, informasi mengenai keberadaan tersangka pada awalnya diketahui oleh warga masyarakat Pematangsiantar, yang kemudian menghubungi polisi pukul 02.15 siang tadi. Selanjutnya anggota Polres Pematangsiantar berkoordinasi dengan petugas Polres Samosir untuk menangkap tersangka LW.

Dari Iptu Lalu Mustika Ali beberapa menit sebelum berita ini diterbitkan, 22 Maret 2012 malam, KoranTapanuli.com kembali memperoleh informasi bahwa tersangka pembunuh Agustina Kristiani Tarigan masih berada di Polresta Pematangsiantar. Anggota Polres Samosir sudah berangkat untuk menjemputnya, kata Iptu Lalu Mustika Ali.

Kasus pembunuhan Agustina Kristiani Tarigan oleh tersangka LW terjadi 7 Maret 2012 sekitar pukul 01.30. Korban Agustina bekerja sebagai pelayan di Tumba Discotique, sedangkan tersangka LW bekerja di sebuah diskotek lain yang berjarak sekitar 800 meter dari diskotek Tumba. Pelaku diketahui mendatangi korban di Tumba Discotique, lalu menikam tubuhnya beberapa kali dengan pisau di teras diskotek itu. Belum diketahui apa yang membuat tersangka LW tega membunuh Agustina Kristiani Tarigan.


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Tersangka pembunuh Agustina Kristiani Tarigan ditangkap di Pematangsiantar. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , ,


Asisten II Pemkab Samosir tantang jaksa, Satpol PP sebut ada warga ‘angkat telor’

Posted: 22 Mar 2012 12:33 AM PDT

Pangururan, Samosir — Asisten II Pemerintah Kabupaten Samosir Herbin Tampubolon menantang intel Kejaksaan Negeri Balige Cabang Pangururan. “Silakan kami dipanggil, akan kami hadapi. Suruh komandanmu!” kata Herbin. Kepala Satpol PP Pemkab Samosir Dosiraja Simarmata menyebutkan, ada warga yang “angkat telor” dan ingin jadi pahlawan kesiangan dalam unjuk rasa masyarakat, 21 Maret 2012 kemarin, mengenai pasar percontohan Onan Baru Pangururan. Warga meminta Kepala Dinas Koperindag dan Camat Pangururan dicopot karena dinilai tidak mampu menuntaskan masalah penempatan pedagang.

KoranTapanuli.com | Laporan kontributor Manan Simanjorang

Jautir Simbolon warga Samosir

Jautir Simbolon orasi demo soal pasar percontohan. Foto Dian Sinaga

Setelah berbulan-bulan, proyek pasar percontohan tradisional Pangururan belum juga ditempati oleh pedagang karena pendataan parrenggerengge yang belum tuntas, karena itu masyarakat melakukan demonstrasi. Kata warga, pembangunan pasar sudah selesai, tapi kenapa belum juga bisa ditempati, sehingga arus lalu-lintas di Desa Pardomuan terganggu akibat digunakan sebagai tempat berjualan.

Demonstrasi warga berlangsung saat pekan (hari pasar) di Pangururan. Kurang lebih 1 jam jalan yang digunakan sebagai tempat berjualan sementara diblokir oleh warga. Masyarakat melakukan aksi dikawal oleh personel Polres Samosir.

Penduduk Jalan Uskup Agung Sugio Pranoto, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir melakukan unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Samosir yang menurut mereka lamban dan merugikan masyarakat karena belum ditempatkannya para pedagang di pasar Pangururan. Padahal Pemkab Samosir tahun lalu berjanji, pasar Pangururan adalah “kado Natal dari Bupati”, sebagaimana diucapkan Asisten I Pemkab Samosir Ombang Siboro saat itu.

Jautir Simbolon selaku orator dalam demonstrasi kemarin mengatakan, “Kami sengaja menutup jalan ini supaya mata dan telinga Pemerintah Kabupaten Samosir terbuka. Pasar telah selesai dibangun, apa lagi yang ditunggu. Kami mohon dengan hormat kepada Pemerintah Kabupaten Samosir supaya Pekan Inpres dibuka. Kasihan pedagang kaki lima, kasihan semua masyarakat. Kami masyarakat sudah memberikan toleransi selama tiga bulan.”

“Mana si Jasmin (Kepala Dinas Koperindag Samosir)? Copot Jasmin! Copot Camat Pangururan! Mana DPRD? Datang ke sini!” demikian antara lain bunyi poster dan teriakan warga.

Setelah setengah jam warga memblokir jalan, Camat Pangururan Lumongga Panggabean datang ke lokasi aksi, kemudian datang juga Asisten II Pemkab Samosir Herbin Tampubolon. Kepada pedagang, Herbin berjanji, dua pekan lagi pedagang sudah dapat menempati pasar Onan Baru Pangururan.

Camat Pangururan Lumongga Panggabean bantah jual-beli lapak

Dalam pembicaraan yang dihadiri Camat Pangururan, Kepala Satpol PP, Asisten II, sejumlah warga, dan wartawan di kantor Camat Pangururan sesudah aksi blokir jalan usai, Camat Lumongga Panggabean kepada petugas intel Kejaksaan Negeri Balige Cabang Pangururan menjelaskan, jumlah pedagang yang terdata sebelum pembangunan proyek pasar hanya 753 pedagang, namun setelah selesai dibangun, jumlah pedagang semakin banyak.

Tentang adanya kabar bahwa Camat Pangururan menerima uang dari warga yang ingin mendapat lapak, Lumongga Panggabean mengatakan, “Jadi kalaupun ada isu yang mengatakan Camat dan boru Bakara [PNS di kantor Camat Pangururan] menerima uang dalam pembagian lapak, itu tidak benar. Kalau ada yang dapat membuktikan, saya bayar Rp10 juta!”

Tentang bertambahnya jumlah pedagang, Camat Lumongga mengatakan, pendataan dan pendaftaran sudah berulang kali dilakukan. “Bukan kami tidak mau menempatkan pedagang itu. Pedagang yang di luar dan di terminal selama ini juga akan kita tempatkan di dalam.”

Camat Pangururan menjelaskan, jumlah pedagang kaki lima sebanyak 389, pedagang yang menempati lapak 2×2 meter sebanyak 924, dan di kios 175. Sehingga dari jumlah pedagang yang mendaftar, lapak yang kurang berjumlah 115.

Kendala utama yang dihadapi dalam pembagian lapak, menurut Lumongga Panggabean, adalah karena adanya permintaan dari pemilik lahan yang sudah menyewakan lapaknya.

Asisten II Pemkab Samosir tantang intel kejaksaan

Asisten II Pemerintah Kabupaten Samosir Herbin Tampubolon dalam pembicaraan di kantor Camat Pangururan itu sempat mengucapkan kata-kata bernada menantang kepada petugas intelijen Kejaksaan Negeri Balige Cabang Pangururan. Kontributor situs KoranTapanuli.com memperhatikan si petugas intel telah memantau unjuk rasa sejak di lapangan, dan kemudian dia datang ke kantor Camat Pangururan.

Pegawai kejaksaan itu meminta daftar nama para pedagang yang telah terdaftar dari pejabat Pemkab Samosir. Kertas berisi daftar pedagang pun diperlihatkan kepadanya. Lalu petugas intel kejaksaan bermaksud untuk memfotokopi daftar tersebut, tapi dilarang oleh Asisten II Herbin Tampubolon dan Camat Lumongga Panggabean.

Intel jaksa kemudian berkata, apakah dia perlu harus meminta surat panggilan resmi dari atasannya hanya untuk urusan memfotokopi daftar nama pedagang tersebut. Saat itulah Asisten II Pemkab Samosir Herbin Tampubolon mengucapkan kata-kata yang menantang si jaksa:

“Silakan kami dipanggil, akan kami hadapi. Suruh komandanmu!”

Mendengar kalimat yang emosional tersebut, si jaksa memilih untuk diam.

Kepala Satpol PP Dosiraja Simarmata: ada pahlawan kesiangan

Kepala Satpol PP Pemkab Samosir Dosiraja Simarmata, yang baru pindah dari Kabupaten Dairi dan baru sebulan lebih menduduki jabatannya di Samosir, di kantor Camat Pangururan, di hadapan wartawan dan beberapa warga, mengatakan bahwa demonstrasi yang dilakukan penduduk Jalan Uskup Agung Sugio Pranoto adalah hal yang biasa.

Dosiraja Simarmata mengatakan, “Biasalah, paling hanya dua-tiga orang dalam aksi itu yang berpengaruh. Ada ini yang ‘angkat telor’, ada juga supaya merasa pahlawan, dan ada juga itu pahlawan kesiangan.”

Di luar kantor Camat Pangururan, beberapa warga yang diberitahukan tentang ucapan Kepala Satpol PP itu berkomentar, justru Kepala Satpol PP Samosir yang “angkat telor” dan ingin jadi pahlawan kesiangan.


Jika foto pada berita ini tidak tampak di email anda, klik teks di bagian atas: "Always display images from..." ("Selalu tampilkan gambar dari..."). Untuk menulis komentar, klik Asisten II Pemkab Samosir tantang jaksa, Satpol PP sebut ada warga ‘angkat telor’. Follow Twitter @KoranTapanuli untuk mengikuti yang SEDANG diliput wartawan Koran Tapanuli di lapangan. Like Halaman resmi Koran Tapanuli di Facebook.com/KoranTapanuliDotCom dan tonton video kami di Youtube.

Lihat berita lain terkait: , , , ,